Cerita Santriana yang menggelikan

Cerita yang pertama : Kesulitan

Setelah beberapa bulan dilakukan kursus Inggris intensif bagi guru dan santri senior di pondok Cak Jahlun, maka pada liburan semester, Mr Lukman, tutor Inggris, mengajak para santri senior untuk travelling mempraktekkan kemampuan berba-hasa Inggris kepada para turis di Candi Borobudur .

Setelah acara travelling, Mr Lukman bertanya kepada Cak Jahlun tentang hasil kegiatan tersebut :

“ Apakah kamu merasa kesulitan berkomunikasi dengan para tulis ?.. “

Cak Jahlun menjawab : “ Tidak ! Justru para turis itu bing-ung ketika saya berkomunikasi dengan mereka

Cerita yang kedua dengan judul : Hilangkan Huruf ‘ U ‘ …

Paijo adalah salah seorang santri yang punya keinginan besar untuk bias berbahasa Inggris. Suatu hari dia ber-tanya beberapa kosakata  bahasa Ing-gris kepada teman-temannya . Namun mereka tidak bias membantu. Pada saat itulah, melintas seorang lelaki botak berambut keriting dengan wajah agak tembem.

“ Cak Jahlun” panggil Paijo. “ Bisakah Cak Jahlun membantu saya mempelajari bahasa Inggris?” mohon Paijo.

Cak Jahlun kaget. Karena dia sendiri sering kesulitan belajar ‘bahasa munafik ini’,karena tidak sesuai antara tulisan dan bacaannya. Namun untuk menjaga gengsi dihadapan para juni-ornya, Cak Jahlun menjawab “ Bisa, bahasa Inggris itu gampang !!!! ‘.

“ Oke dech. Cak Jahlun tahu kan, bahasa Inggrisnya buku ‘?” Tanya Paijo girang.

Itumah keciil, tinggal hilangkan saja huruf  ‘ U ‘ paling belakang, menjadi “ B U K “ ( maksudnya ‘book ”), ‘ Buku’ bahasa Inggrisnya Buk “ jawab Cak Jahlun mantap..

Paijo manggut-manggut, kemudian bertanya lagi. “ Kalau Ing-grisnya ‘lampu’?”. Itu juga gampang, tinggal hilangkan uga huruf ‘U’ paling belakang, menjadi ‘LAM’ ( maksudnya ‘lamp’).

Sekali lagi Paijo manggut-manggut, “ Berarti benar kata Cak Jahlun, Bahasa Inggris itu gampang. Pikirnya “ Kalau begitu saya sekarang tahu bahasa Inggrisnya sepatu : ‘SEAPT’, madu menjadi ‘MAD’, palu menjadi ‘PAL’ cerocos Paijo.

Cak Jahlun hanya bisa melongo…

Serta cerita yang terakhir dengan judul : Anak Ayam ……

Kiai Sepuh adalah pribadi yang tidak mau menggantungkan hidupnya kepada orang lain. Selain memimpin pondok, beliau juga pergi kesawan dan beternak ayam . Cak Jahlun adalah santri yang ditugaskan untuk mengurus ayam-ayam milik kiai Sepuh. Baru baru ini ayam milk kiai telurnya banyak yang menetas.Namun anak anak ayam tersebut banyak yang mati.

Suatu hari Paijo melihat Cak Jahlun keluar dari ndalem kasepuhan dengan raut muka masam. Paijo bertanya, “ Cak, kenapa sampean terlihat sedih. “

“ Saya habis dimarahi Kiai” jawab Cak Jahlun parau .

“ Kenapa” Tanya Paijo iba.

“ Karena anak anak ayam beliau mati “ jawabnya

“ Kenapa anak anak ayam itu bias mati, apakah tidak cukup disusui induknya ? Jawab Cak Jahlun cuek .

Cerita ini disandur oleh : 70 tebuireng, edisi 07/Mei-Agustus 2009

Iklan